Kumpulan Foto-Foto sekolaha
SLBN 1 Aceh Tenggara menyelenggarakan layanan terapi sebagai bagian integral dari proses pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Program terapi dirancang untuk mendukung perkembangan optimal siswa dalam aspek fisik, kognitif, komunikasi, sosial-emosional, dan kemandirian.Pelaksanaan terapi dilakukan secara terjadwal dan terintegrasi dengan Program Pembelajaran Individual (PPI) masing-masing siswa, berdasarkan hasil asesmen awal dan evaluasi berkala.
Dalam rangka memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, SLBN 1 Aceh Tenggara melaksanakan kegiatan keagamaan yang bekerja sama dengan UPTD Masjid Taqwa Kutacane. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, keteladanan akhlak, serta meningkatkan pemahaman spiritual peserta didik berkebutuhan khusus.Kegiatan Isra Mi’raj dilaksanakan dengan pendekatan yang ramah disabilitas dan inklusif, sehingga seluruh siswa dapat mengikuti rangkaian acara dengan nyaman dan penuh makna. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah dan perwakilan UPTD Masjid Taqwa Kutacane, serta ceramah agama yang disampaikan dengan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh siswa.Selain ceramah agama, kegiatan juga diisi dengan penampilan siswa seperti pembacaan doa, hafalan surat pendek, serta lantunan shalawat bersama. Momentum ini menjadi sarana pembinaan karakter religius, kedisiplinan, serta rasa percaya diri siswa dalam menampilkan kemampuan mereka di depan umum.Melalui kerja sama ini, SLBN 1 Aceh Tenggara dan UPTD Masjid Taqwa Kutacane berharap dapat memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi keagamaan dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan mandiri.Kegiatan Isra Mi’raj ini tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran spiritual yang membekas dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Pelatihan Bahasa Isyarat bagi guru non-Pendidikan Luar Biasa (Non-PLB) merupakan program peningkatan kompetensi guru dalam mendukung layanan pendidikan inklusif dan ramah disabilitas. Pelatihan ini bertujuan membekali guru dengan kemampuan dasar komunikasi menggunakan bahasa isyarat, sehingga dapat berinteraksi secara efektif dengan peserta didik tunarungu atau peserta didik yang memiliki hambatan komunikasi.Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman guru tentang karakteristik siswa tunarungu, prinsip komunikasi visual, serta penggunaan bahasa isyarat dalam konteks pembelajaran di kelas.
Nota Kesepahaman (MoU) ini merupakan bentuk kerja sama strategis antara SLBN 1 Aceh Tenggara dan SMKN 1 Kutacane dalam rangka mendukung peningkatan kompetensi keterampilan vokasional peserta didik berkebutuhan khusus. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan pembelajaran praktik di bidang Tata Busana dan Tata Kecantikan sebagai bagian dari pengembangan kemandirian dan kesiapan kerja siswa SLB.Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan akses pembelajaran praktik yang lebih luas, terstruktur, dan berbasis industri kepada siswa SLBN 1 Aceh Tenggara melalui pemanfaatan fasilitas, tenaga pendidik, serta lingkungan praktik yang tersedia di SMKN 1 Kutacane.
siswa membuat gambar
Wudhu
Wudhu
Pelatihan Bahasa Isyarat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pengadilan Negeri Kutacane merupakan program peningkatan kompetensi pelayanan publik yang inklusif dan ramah disabilitas. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali ASN dengan kemampuan komunikasi dasar menggunakan bahasa isyarat, sehingga mampu memberikan pelayanan hukum yang setara dan tanpa diskriminasi kepada penyandang disabilitas, khususnya penyandang tunarungu.Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Pengadilan Negeri Kutacane dalam mewujudkan pelayanan peradilan yang aksesibel, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kerja
siswa
Siswa
Nota Kesepahaman (MoU) ini merupakan bentuk kerja sama antara SLBN 1 Aceh Tenggara dan Pengadilan Negeri Kutacane dalam rangka meningkatkan akses keadilan serta memberikan pendampingan dan edukasi hukum kepada masyarakat, khususnya bagi individu yang terjerat permasalahan hukum maupun yang menjadi korban tindak kejahatan.Kerja sama ini dilandasi oleh semangat perlindungan hak asasi manusia, peningkatan literasi hukum masyarakat, serta penguatan sinergi antar lembaga dalam menciptakan lingkungan yang sadar hukum dan berkeadilan.
Kegiatan Bulan Ramadhan
Badminton dll
guru dan siswa